Sebelum aktivitas dimulai para peserta dijelaskan mengenai syarat yang harus dilakukan dalam pelatihan yang dapat diterapkan selanjutnya. Syaratnya adalah 5 P yaitu pantang mengeluh, pantang menjadi beban, pantang sia-sia, pantang dzalim dan pantang kotor hati.
Hari pertama pelatihan kegiatan indoor dimulai dengan pembentukan kelompok. Pembentukan kelompok dengan menggunakan game ini menghasilkan 4 kelompok. Selanjutnya mereka didampingi oleh fasilitator yang tugasnya mengarahkan misalnya membuat yel-yel. Yel-yel tersebut selnjutnya dilombakan dan dinilai oleh kelompok lainnya. Setelah itu mereka membuat pohon harapan yang berisi harapan-harapan yanh akan dicapai setelah mengikuti kegiatan ini. Setiap kelompok memiliki bentuk yang berbeda misalnya kelompok empat yang didominasi dengan benda-benda yang berkaitan dengan otomotif.
Kegiatan-kegiatan ini diselingi dengan tausiah. Tausiah ini membuat murid Alka sering diiringi tawa yang terbahak-bahak karena Ust Rizal sering menggunakan bahasa gaul dan cerita-cerita yang mengena di hati murid Alka. Saat menyajikan materi disajikan pula film-film atau gambar-gambar yang menarik sehingga tidak membosankan. Pelatihan ini pun menerapkan ACM (Aku Cinta Masjid) dengan menerapkan 10 menit sebelum azan seluruh peserta sudah berada di dalam masjid. Kegiatan di hari pertama berakhir hingga pukul 22.30 WIB. Selama pelatihan, dilaksanakan pula qiyamul lail dan muhasabah sehingga seluruh peserta tidak tidur di asrama melainkan di masjid.
Hari kedua, Kamis, 16 Maret 2006 kegiatan dari pukul 08.00 hingga 11.00 berupa kegiatan Outdoor. Pagi itu dimulai dengan MQ ceria yaitu senam sebagai pemanasan. Kegiatan hari ini murid membentuk kelompok yang jumlah rata-rata 11 orang. Setiap kelompok diminta mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Panitia dari DT menyediakan lima pos. Setiap kelompok dapat mendatangi pos tersebut tidak harus berurutan.
Pos pertama yang terletak di lapangan sepak bola dapat memperoleh poin dengan memenangkan suwit badan. Suwit ini harus berhadapan dengan kelompok lain. Jika memenangkan maka poin untuk kelompok dapat diperoleh.
Pos kedua terletak di kolam renang. Di pos ini juga harus ada dua kelompok karena kelompok yang dapat lebih dahulu mengeluarkan 2 buah bola pimpong dari galon yang berlubang maka ia akan memperoleh poin lebih besar. Bagaimana mengeluarkan bola tersebut? Tentu saja dengan kerja sama kelompok. Galon tersebut harus diisi air karena berlubang maka lubang itu harus ditutup. Jika air di galon sudah penuh maka bola tersebut akan keluar.
Pos ketiga disediakan sebuah meja lalu satu persatu anggota menjatuhkan diri yang harus ditangkap oleh anggota kelompok lain. Jika seluruh anggota berani melakukannya tentu saja poin yang diperoleh besar karena setiap satu orang bernilai 50.
Pos empat yang terletak di depan Masjid terdapat gerbang yang terbuat dari kayu dan tali rapia yang harus dilalui peserta baik berjalan maupun tiarap. Setiap anggota berpasangan dengan temannya untuk melaluinya. Caranya, satu orang memberi aba-aba kepada temannya yang ditutup matanya untuk melewati jalan tersebut.
Pos lima lagi-lagi kekompakkan kelompok diuji. Mereka harus mengisi botol ukuran 1 liter dengan air yang berwarna. Namun pengisian air tidak menuangkan air dengan tangan. Mereka duduk berderet di sebuah tangga lalu gelas plastik yang diikatkan dikepala secara berantai dituangkan ke gelas yang ada di kening temanya. Jika tidak hati-hati bukannya masuk kegelas tapi justru masuk ke mulut temannya. Inilah perlu kerjasama. Meskipun sesulit apapun jika dikerjakan bersama tidak ada yang tidak mungkin untuk berhasil. Menjelang sholat dzuhur peserta bersiap dengan membersihkan diri di asrama lalu kembali ke masjid. Setelah makan siang mereka beristirahat. Kegiatan hari ini meskipun melelahkan namun menyenangkan komentar beberapa murid.
Sore harinya setelah sholat Ashar seorang ustadz dari DT yang baru tiba yaitu Ust Komarudin memnyampaikan tausiah mengenai Rasulullah sebagai teladan. Beliau menyampaikan beberapa contoh yang ada pada diri Rasul namun justru diterapkan oleh orang nonmuslim. Beliau mencontohkan negara Jepang meskipun bukan negara muslin namun mereka menerapkan sunah Rasul contohnya membaca. Dimana pun mereka berada buku merupakan teman yang paling setia bagi mereka. Maka tak ayal lagi Jepang mampu bersaing dengan negara adikuasa. Begitu pula di bidang olahraga, negara-negara nonmuslim mampu berprestasi karena mereka ulet dan disiplin. Beliau mengharapkan agar murid Al Kausar tidak lagi mudah mengeluh dan bersantai-santai agar mampu membangkitkan kembali kejayaan Islam. Seperti yang dilakukan oleh Rasul. Untuk itu patutlah bila Nabi Muhamad SAW menjadi idola remaja muslim.
Malam terakhir diisi dengan malam kreativitas. Berdasarkan kelompok outbond, mereka diminta menampilkan talenta mereka di hadapan peserta lainnya. Kali ini yang menilai adalah para ustad dari DT. Kelompok Azry dkk. Adalah pemenang pada pentas seni karena keunikannya yaitu melombakan beberapa kekuatan dari fisik hingga spiritual.
Menurut para trainer dari DT kreativitas murid Al Kausar cukup tinggi. Suasana tawa ria ternyata dapat berubah 180 derajat. Saat muhasabah dengan mata tertutup dan tanpa cahaya mereka mendengarkan muhasabah. Saat itu ruangan konferensi berubah menjadi jeritan tangis dari para peserta yang mengekpresikan kesedihan mereka terhadap dosa-dosa yang mungkin telah mereka lakukan. Acara yang berakhir pukul 10.30 itu ditutup dengan saling bersalaman. Akhirnya sampailah mereka mengembara ke negeri asing. Menjelang fajar mereka melaksanakan qiyamul lail dilanjutkan sholat subuh dan tadarus.
Tanpa terasa tiga hari sudah mereka mengikuti acara pelatihan ini. Menjelang penutupan acara ini, dipilihlah seorang ketua kelompok dengan mendudukan tiga orang ketua yang masuk nominasi terbaik. Ketiga ketua kelompok itu selanjutnya diuji dengan beberapa pertanyaan dari Ust DT. Pertanyaan bersifat wawasan umum maupun memutuskan suatu masakah. Hasilnya ternyata Auliyanto murid kelas 1 mampu menyingkirkan kandidat lainnya yaitu M. Bagus dan Salman Usman. Sedangkan untuk peserta terbaik adalah Luki Nakasira murid kelas satu. Luki mendapatkan hadiah berupa beberapa buku saku karya A.A. Gym.
Sambil menunggu acara penutupan diputar sebuah film tentang bagaimana mudahnya narkoba mengubah kehidupan seseorang. Seseorang yang semula baik dan pandai dapat berubah menjadi jahat bahkan mengancam hidupnya. Intinya kaum muda saat ini dapat dirusak dengan mudah oleh narkoba, hedonisme, hura-hura, dan pergaulan bebas.
Tepat pukul 09.00 acara penutupan dimulai. Seperti biasa acara dimulai dengan kalam ilahi. Setelah itu sambutan dari pihak sekolah oleh Kepala Sekolah Pak Mustaghfirin dan pihak DT oleh Ust Rizal Z. Saat itu kedatangan ketua POMG Bapak dr. Ismail melengkapi sambutan. Beliau berharap acara seperti ini mampu menambah motivasi para murid Al Kausar untuk lebih giat lagi belajar. Acara ini memang merupakan kerja sama antara sekolah dengan POMG SMP Internat Al Kausar. Mudah-mudahan acara ini tidak satu kali ini saja namun perlu kelanjutannya sehingga motivasi murid dapat terjaga. Amin… (Win)