Berita SMP Internat Al Kausar

Pembelajaran Integratif Ala Sltp-smu Al Kausar

Republika. Senin, 04 Nopember 2002

Menggabungkan beberapa materi pelajaran dalam sebuah model pembelajaran ternyata bisa diterapkan kepada anak didik. Berbeda dengan pembelajaran lasimnya, dalam model ini siswa diajak turun ke lapangan, sekaligus mempelajari sejumlah mata pelajaran dalam waktu bersamaan. Hanya saja, tetap ada mata pelajaran basic.

Ahmad Sururi Azis telah membuktikan model pembelajaran tersebut. Guru geografi SLTP- SMU Internat Al Kausar, Sukabumi, Jawa Barat ini menerapkannya kepada siswa di sekolah berasrama tersebut. ''Intinya, bagaimana memahami apa itu desa. Kalau hanya berceritera di kelas, susah mengetahuinya,'' tutur lulusan Jurusan Geografi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta - sekarang Universitas Negeri Jakarta - 1994 ini.

Model yang dibuat Sururi disebut pembelajaran integrarif (field trip study). Pelajaran geografi sebagai basic yang terintegrasi dengan pelajaran lain seperti sosiologi, geologi, kimia, ekonomi, bahasa Inggris, atau bahasa Indonesia. Itu berarti, model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh berbagai materi pelajaran sekaligus pada kesempatan yang sama.

Dalam pembelajaran integratif, menurut Sururi, siswa diajak turun ke desa atau kampung-kampung selama lima hari. Para siswa disebar dalam berbagai kelompok. Tiap kelompok terdiri atas dua siswa. Masing-masing kelompok tinggal di rumah-rumah penduduk. Selama menetap bersama penduduk desa, mereka diharapkan mengikuti kebiasaan penghuni rumah, tempatnya menginap.

Di tempat pembelajaran, siswa diminta melakukan pendataan. Mereka juga melakukan pemetaan fisik daerah dan membuat peta wilayah. Pemetaan sosial juga dilakukan sehingga bisa diperoleh gambaran peta daerah yang dijadikan tempat pembelajaran. Gambaran peta daerah yang sudah dibuat, kemudian didiskusikan bersama teman-teman siswa yang tidak mengikuti pembelajaran ini.

Model pembelajaran ini, kata Sururi, mencakup materi pelajaran kelas I dan kelas II. Dia mengatakan, meskipun dasarnya pada pelajaran geografi, tapi semua mata pelajaran yang terkait ikut terlibat. Karena terintegrasi itulah sehingga lima hari waktu yang digunakan tidak mengurangi jatah pelajaran yang lain.

Model pembelajaran ini, menurut Sururi, para siswa juga diharapkan bisa bertenggang rasa, juga bersikap hemat. ''Di sini ditanamkan bahwa tidak semua orang seberuntung kita,'' tuturnya.

Apa yang mendasari munculnya gagasan pembelajaran integratif ini? Sururi mengakui, itu berawal dari konsepsi dasar bahwa belajar harus menyenangkan, tidak kaku hanya semata-mata di dalam kelas. Keinginan ini didukung oleh lingkungan SLTP-SMU Al Kausar, sekolah tempatnya mengajar yang berada jauh dari kota besar. Faktor lokasi itulah, disebutnya, memberinya banyak kesempatan untuk berkreasi dalam mengajarkan anak didiknya.

Prinsip yang ia pegang, belajar tidak semata membuat anak didik pintar dari segi intelegensi, tapi juga mendidik hati dan trampil. ''Jadi, tidak hanya penguasaan materi saja,'' ujar lelaki kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 10 April 1969 ini. Terhadap gagasan model pembelajaran itu, ayah seorang anak ini mengatakan ingin mengoptimalkan alam dalam pembelajaran.

Menurut dia, model pembelajaran integratif ini sudah diterapkan di sekolah itu sejak tiga tahun lalu. Pembelajaran dilakukan di tempat yang berbeda. Lokasi tempat mengadakan field trip study selalu berpindah-pindah. Karena itu, sebelum menentukan tempat pembelajaran, lebih dulu dilakukan penjajakan lokasi.

Model pembelajaran yang digagas Ahmad Sururi Azis ini telah diikutkan pada lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran tingkat nasional dalam dua tahun terakhir. Tahun lalu, 2001, model ini menempati peringkat keenam tingkat nasional lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).

Setelah dilakukan penyempurnaan dan pengembangan, setahun berselang, tahun 2002, konsep yang sama kemudian diikutkan pada lomba kreativitas dalam pembelajaran yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Hasilnya? ''Model pembelajaran integratif ini dinyatakan sebagai juara kedua,'' tutur guru yang mengajar pelajaran geografi di SLTP-SMU Al Kausar, Sukabumi sejak 1997 ini. bur