Tidak hanya murid-murid yang berbakat dalam bidang olah raga dan seni saja yang sekolah fasilitasi. Murid-murid yang memiliki kreativitas pun diikutkan dalam perlombaan. Kali ini, Faisal Asadineri Hakim, Salma Nisrina Hanifah, dan Nabila Maharani, yang tergabung dalam kelompok 1, mencoba untuk mendaur ulang barang-barang bekas. Begitu pula yang tergabung dalam kelompok 2, Adam Nizar, Nadia Aliffia, dan M. Farid Baharudin.
Kedua kelompok tersebut beradu kreativitas dengan beberapa peserta dari sekolah lain. Kelompok 1 berhasil mengolah barang bekas menjadi kalender multifungsi, sedangkan kelompok 2 berhasil memanfaatkan kaleng menjadi tempat tisu dan botol minuman menjadi tempat pensil.
Alhamdulillah, setelah dinilai oleh beberapa juri dan diadukan dengan beberapa karya peserta lainnya. Kelompok 1, Faisal Asadineri Hakim, Salma Nisrina Hanifah, dan Nabila Maharani berhasil menyingkirkan peserta lainnya dan meraih Juara I. Sedangkan kelompok 2 belum beruntung. Hal ini karena kelompok 2 kurang memperhatikan kebersihan, demikian dikatakan Ibu Citra yang mendampingi ketika perlombaan berlangsung.
Selain itu, dalam lomba yang lain, Salma Salsabila, mencoba kembali menuangkan ide kreatifnya dalam lomba melukis batik. Namun, Salmas hanya berhasil berada di posisi II karena kurang bisa mempertahankan argument jawabannya.
Lomba kreativitas yang bertema Karya Anak bangsa Untuk Bumi (KABUM) ini, biasa dilaksanakan oleh SMA Pesantren Unggulan Al Bayan dalam rangka meningkatkan kecintaan pelajar pada bumi tercinta.
Selain meningkatakan kreativitas, juga diadakan penanam seribu pohon oleh masing-masing perwakilan sekolah di lingkungan sekitar warga. Richa Hardianti mewakili sekolah untuk penanaman pohon.