Tidak seperti biasanya acara studium general Bahasa dan sastra Indonesia ini dimulai tepat waktu. Setelah acara dibuka oleh pembawa acara Rifat kelas dua, lalu diikuti pembacaan kalam Ilahi oleh Naji kelas VII. Sebagai pengantar acara, Kepala sekolah yaitu Drs. Mustaghfirin memberi sambutan yang isinya membeberkan beberapa data keberhasilan yang dinikamati penulis kaliber dunia serta fakta-fakta yang ada saat ini berkaitan dengan minat baca masyarakat Indonesia. Selanjutnya acara yang dinantikan murid SMP Al kausar dimulai.
Sebelum melatih para murid, Asma Nadia menekankan apa itu cerpen sesungguhnya. Sesuai dengan namanya maka bahasa yang digunakan cerpen harus padat dan hemat. Penulis muda yang kreatif ini membeberkan jurus jitu menulis cerpen. Jurus jitu itu diantaranya adalah banyak membaca, mencintai bahasa, suka menulis diary, senang meneliti, berpikir detail dan yang tak kalah penting adalah memiliki tekad serta tidak menjadi penulis yang egois.
Penulis fiksi yang telah menghasilkan sekitar 30 buku ini melatih murid Al Kausar dimulai dengan mencari ide menulis. Selanjutnya mereka diminta untuk membuat sebuah pararaf pembuka. Namun ada juga murid yang telah mampu menulis satu setengah halaman cerita. Beberapa tulisan dibacakan oleh narasumber dan dikomentari. Ide cerita yang menarik menurutnya adalah ide dari Theo M.P. murid kelas delapan yang berbunyi ‘kejamnya tuhanku’.
Ditengah penjelasan dan latihan menulis cerpen, Asma pun memberikan tips-tips bagaimana untuk mengikuti sebuah lomba menulis. Selain unsur intrinsik yang ada dalam sebuah cerpen yang paling utama adalah pemilihan judul. Judul sebuah cerpen setidaknya unik. Artinya judul itu yang jarang ditulis orang dan tidak terlalu pendek berupa kata, serta opening cerita hendaknya mengundang pembaca untuk penasaran. Beliau juga memberikan tips sebelum tulisan dikirim ke redaksi untuk diterbitkan. Beliau menyarankan agar para murid yang berminat tulisannya di terbitkan setidaknya sudah memiliki stok tulisan yang cukup banyak. Jika sebuah kumpulan cerpen setidaknya 10 judul sudah tersedia.
Acara sesi pertama diakhiri pukul 10.00 dan rehat 30 menit lalu dilanjutkan kembali sesi kedua. Sesi kedua acara dimulai dengan pembacaan puisi murid kelas tujuh dan delapan. Dilanjutkan latihan menulis akhir cerita (ending). Seperti pada sesi satu, beberapa tulisan murid dibaca dan dikomentari. Diakhir acara seluruh peserta duduk berurutan lalu diminta membuat kalimat yang berkaitan sehingga membentuk sebuah cerpen.
Tanpa terasa waktu telah menunujukkan pukul 13.00. Sebelum acara ditutup diumumkan peserta yang berhak memperoleh hadiah pada hari itu. Peserta terbaik adalah Luthi Ahmad Fikri kelas sembilan. Ia telah menuliskan beberapa petikan cerpen dengan deskripsi yang detail. Selain Luthfi masih ada Rif’at, Diky, dan Ahmad Mufti F. yang mendapat hadiah sebuah buku karena mereka aktif mengikuti acara. Acara diakhiri dengan pemberian plakat kepada nara sumber dari sekolah.
Acara stadium general yang bertema menjadi penulis muda yang kreatif ini disertai bazaar buku yang diterbitkan oleh FLP Publishingdan DAR Mizan. Buku yang terjual mencapai 50% dari 42 judul buku. Kuang banyaknya buku yang terjual kemungkinan buku yang tersedia berkaitan dengan kewanitaan, seperti Jangan Jadi Muslimah Nyebelin, Jilbab Pertamaku. Kegiatan Studium General kali ini hidup karena murid aktif tidak hanya menyimak.
Mudah-mudahan dengan kehadiran tokoh penulis cerpen yang menceritakan pengalamannya langsung kepada peserta didik SMP Al Kausar, dapat memotivasi dan meningkatkan minat baca dan menulis murid. (Wind)