Kurikulum

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (KBM). Beranjak dari hal tersebut maka dalam pelaksanaan sebuah kurikulum harus memperhatikan tiga hal yaitu isi bahan pelajaran, strategi pembelajaran serta evaluasi dari kegiatan belajar mengajar. 

Isi Bahan Pelajaran/Kontens
 

Strategi Pembelajaran


A. Strategi Pembelajaran KBK versi Depdiknas

Sistem pengelolaan kurikulum ini menuntut kegiatan belajar mengajar yang memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. Pemberdayaan ini diarahkan untuk mendorong individu belajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Kegiatan belajar mengajar dilandasi oleh prinsip-prinsip berikut.

1. berpusat pada peserta didik

2. mengembangkan kreativitas peserta didik

3. menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang

4. mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai

5. menyediakan pengalaman belajar yang beragam

belajar melalui berbuat
 

Aplikasi Strategi Pembelajaran di Internat Al Kausar

Pendekatan Pembelajaran Kontekstual
Penerapan pendekatan ini memperhatikan prinsip

1. Relating: belajar dikaitkan dengan konteks pengalaman kehidupan nyata.

2. Experiencing: belajar ditekankan kepada penggalian (eksplorasi), penemuan (discovery), dan penciptaan (invention)

3. Applying: belajar bilamana pengetahuan dipresentasikan didalam konteks pemanfaatannya.

4. Cooperating: belajar melalui konteks komunikasi interpersonal, pemakaian bersama, dsb.

5. Transferring: belajar melalui pemanfaatan pengetahuan didalam situasi atau konteks baru.

 

Paradigma Life Skill
a. Happy; bahwa dalam pembelajaran tidak ada paksaan, pembelajaran dirancang dalam bentuk yang menarik

b. Full Actualize, bahwa pembelajaran yang diselenggarakan menjadi tempat aktualisasi siswa dan guru.

c. Usefull; bahwa hal yang dipelajari berguna bagi orang lain dan siswa pada masa kini dan yang akan datang.

 

Accelerated Learning
Penerapan Accelerated Learning, di Internat Al Kausar memperhatikan lima aspek. Diantaranya:

1. Dalam KBM disediakan perangkat pembelajaran.

2. Dalam KBM setiap murid diberi kesempatan untuk memanipulasi perangkat pembelajaran

3. Dalam pembelajaran murid memiliki pilihan atau kebebasan untuk melakukan aktifitas pembelajarannya

4. Dalam KBM setiap murid diberi kebebasan untuk berkomunikasi

5. Dalam KBM Guru memberikan penguatan maupun support

 

Penanaman Prinsip-prinsip Kepemimpinan
Sebagai sebuah lembaga pendidikan yang memiliki visi menjadi sekolah terbaik yang mencetak calon-calon pemimpin maka dalam pembelajaran di Internat Al Kausar ditanamkan prinsip-prinsip kepemimpinan, yaitu;

 

1. Memahami diri sendiri (Understanding self)

Memahami dan mengembangkan sikap positif tentang diri murid, apa yang disukai dan tidak disukainya, apa cita-citanya dan hal lainnya yang berkenaan tentang pengenalan murid terhadap dirinya.

 

2. Berkomunikasi dengan orang lain (Comunicating)

komunikasi efektif dua arah dalam berbagi informasi melalui tulisan, mendengar, berbicara dan bahasa tubuh.

3. Memahami orang lain (Getting with others)

Mengembangkan dan memahami bagaimana berhubungan dengan orang lain (individual atau dengan kelompoknya) dan bagaimana mereka menerima dan mengapresiasikan perbedaan antara dirinya dengan orang lain.

4. Belajar untuk bagaimana belajar (Learning To Learn)

Memahami keterampilan dan metoda yang membantu belajar dan bagaimana murid dapat menjadi kekuatan positif dalam menggunakan peluang belajar yang dimilikinya

5. Membuat keputusan (Decision Making)

Mempelajari langkah-langkah dan pendekatan untuk mencapai tujuan, pemecahan masalah dan mengambil aksi/tindakan secara individu maupun bersama

6. Pengelolaan (Managing)

Memilih dan menggunakan bahan-bahan yang tersedia untuk mencapai segala yang diinginkan (untuk mencapai tujuan). Hal ini melibatkan identifikasi sumber daya (waktu, benda-benda, orang atau uang) dan menggunakan sumberdaya tsb secara efektif

7. Bekerja dalam kelompok (Working with group)

Belajar bagaimana kelompok orang bekerja sama dan bagaimana menolong kelompok untuk menyelesaikan tujuannya dengan baik.

 

Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi Pembelajaran Depdiknas

Evaluasi pembelajaran Depdiknas mengacu pada pola evaluasi Penilaian Berbasis Kelas. Penilaian Berbasis Kelas merupakan kegiatan pengumpulan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. Penilaian Berbasis Kelas bersifat internal, yaitu hanya dilakukan oleh guru yang bersangkutan. Penilaian tersebut juga merupakan bagian dari kegiatan belajar mengajar sebagai masukan bagi peningkatan mutu hasil belajar.

 

Penilaian Berbasis Kelas memberikan kewenangan pada sekolah untuk menentukan kriteria keberhasilan, cara, dan jenis penilaian. Penilaian Berbasis Kelas menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut.

 

1. Berorientasi pada kompetensi

Penilaian mengacu pada kompetensi yang dimuat dalam kurikulum. Semua kompetensi yang ditumbuhkembangkan pada diri peserta didik mendapat peluang yang sama untuk dinilai.

2. Mengacu pada patokan

Penilaian mengacu pada hasil belajar sebagai kriteria ditetapkan (criterion reference assessment). Sekolah menetapkan kriteria sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

3. Ketuntasan belajar

Pencapaian hasil belajar ditetapkan dengan ukuran atau tingkat pencapaian kompetensi yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai prasyarat penguasaan kompetensi lebih lanjut. Sekolah dapat menetapkan tingkat ketuntasan belajar sesuai kondisi dan kebutuhan.

4. Menggunakan berbagai cara

Pengumpulan informasi menggunakan berbagai cara untuk memantau kemajuan dan hasil belajar peserta didik. Tes maupun non-tes dipergunakan untuk pengumpulan informasi.

5. Valid, adil, terbuka, dan berkesinambungan

Penilaian memberikan informasi yang akurat tentang hasil belajar peserta didik, adil terhadap semua peserta didik, terbuka bagi semua pihak, dan dilaksanakan secara terencana, bertahap, dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik sebagai hasil kegiatan belajarnya.

 

Penerapan Penilaian Berbasis Kelas di Internat Al Kausar

1. Penilaian Kinerja (performance assesment)

Penilaian kinerja dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini dilakukan agar penilaian sebuah proses pembelajaran tidak hanya terpacu pada hasil namun juga proses.

2. Portefolio (portfolio)

Portefolio adalah koleksi/kumpulan dari berbagai ketrampilan, ide, minat dan keberhasilan atau prestasi murid selama jangka waktu tertentu. Koleksi tersebut memberikan gambaran perkembangan murid setiap saat. portefoliomerupakan perspektif jangka panjang yang mengkalkulasikan peningkatan yang dialami.

3. Penilaian pribadi (self assesment)

Penggunaan penilaian pribadi dilakukan oleh murid untuk dirinya dan teman-temannya. Hasil penilaian ini dijadikan salah satu sumber penilaian guru.

4. Jurnal (Journal)/makalah/artikel

Jurnal/makalaj/artikel merupakan suatu hasil proses refleksi dimana murid berpikir tentang proses belajar dan hasilnya, kemudian menuliskan ide-ide, minat dan pengalamannya. Dengan kata lain jurnal/makalaj/artikel membantu murid dalam mengorganisasikan cara berpikirnya dan menuangkannya secara eksplisit dalam bentuk gambar, tulisan dan bentuk lainnya. Hasil dari karya murid tersebut dijadikan salah satu sumber penilaian oleh Guru.

5. Proyek/penugasan

Penilaian proyek dilakukan dengan cara setiap murid diberikan penugasan tertentu, kemudian dikerjakan di luar kegiatan sekolah. Hasil dari proses ini dikumpulkan dan dijadikan bahan penilaian Guru.

6. Tes Tertulis

Tes tertulis dilakukan dengan berbagai macam cara, seperti evaluasi harian maupun bulanan dan akhir pokok bahasan. Evaluasi ini dapat berbentuk essay maupun pilihan ganda

7. Tes Lisan

Tes lisan dilakukan guru dengan beragam cara. Diantaranya wawancara, pertanyaan penguat, presentasi, demontrasi maupun diskusi.

 

Semua hasil penilaian dalam satu semester diolah untuk kemudian dijadikan raport kemajuan belajar murid di akhir semester.

Kurikulum SLTP
Tujuan Pendidikan

Meningkatkan Pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan pengetahuan, teknologi dan kesenian.

Meningkatkan Kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam semesta

Program Pengajaran Sekolah

Program Pengajaran Sekolah Menggunakan Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional dengan muatan lokal : Komputer, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Pembinaan Kepribadian , Studi Islam dan penerapannya.


Program Pengajaran Khusus

Program yang dilaksanakan setelah jam pelajaran berupa :

Pembinaan Kepribadian Islami: Tahfidz Qur'an, Hadits, do'a-do'a, bahasa Arab, Studi Islam dan bahasa Arab

Ekstra Kurikuler : Program ini harus diikuti oleh seluruh murid, Walaupun ada program wajib dan pilihan tetapi semua murid wajib mengikuti kegiatan ekstra kurikuler ini

Ekskul Wajib: Renang, Taekwondo/Pencak Silat, Jurnalistik dan Kepanduan

Ekskul Pilihan : Sepak bola, Basket, Tenis meja, bulu tangkis, drama , nasyid, melukis dan kaligrafi
 

SMP Internat Alkausar - Profil

PMB
Penerimaan Murid Baru