Apa kata mereka...?

"Untuk bisa meningkatkan kualitas SDM Indonesia, khususnya anak didikk yang sedang duduk di bangku sekolah, kita membutuhkan tiga point penting. Yakni pembudayaan, pengetahuan dan pendidikan. Pembudayaan adalah penguatan terhadap budaya dan agama untuk menghasilkan prilaku yang selalu menyenangkan, bermoril dan memiliki indeks tinggi. Pengetahuan adalah mendidik anak sehingga ia selalu ingin tahu. Pendidikan adalah berguna agar anak didik bisa memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan. Merujuk pada tiga point diatas, saya menemukan hal itu pada pola pendidikan di Internat Al Kausar." (B.J. Habibie, Mantan Presiden RI saat kunjungan ke Internat Al Kausar, 14 Februari 2004)

Ahlan Wa Sahlan


Matahari terbit hampir bersamaan dengan para murid berhambur keluar dari mesjid usai menunaikan sholat subuh dan kegiatan rutin lainnya. Seolah matahari ingin mengantar mereka melakukan aktivitas belajar. Hawa dingin mulai berganti hangat dan kabut tipis yang sesekali menyelimuti kaki pegunungan itu mulai pudar ditembus sinarnya. Gunung nan hijau tinggi menjulang dan hamparan sawah ladang yang menawan mata semakin nampak jelas menyatu dengan lingkungan sekitar. Burung-burung pun bebas beterbangan dan berkicau disela gemuruh kecil air sungai. Udaranya segar memanjakan hidung.

Berawal dari kesadaran, idealisme dan semangat untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan Islam yang mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dibidang ilmu pengetahuan dan berakhlak mulia, maka di kaki Gunung Salak ini sejak tahun 1997 telah dibangun sebuah kompleks yang cukup megah dan asri, Kampus Internat Al Kausar. Internat Al Kausar adalah sebuah lembaga pendidikan yang didirikan oleh Yayasan Al Kausar bekerja sama dengan Yayasan Amal Bakti Amanda (ABA).

Dengan konsep pendidikan sekolah berasrama (internat), yakni memadukan antara kurikulum Depdiknas dan pelajaran-pelajaran keIslaman, tentu ini merupakan suatu yang tepat dan kondusif untuk terciptanya sebuah sekolah unggulan. Yakni sekolah yang dapat mengembangkan potensi murid secara komprehensif meliputi ranah afektif, kognitif dan psikomotorik yang diaplikasikan dalam pembelajaran di sekolah, asrama maupun kehidupan sehari hari.

Melalui 3 Dimensi keunggulan, yakni Dimensi Kepribadian Islami, Dimensi Penguasaan IPTEK, serta Dimensi Ketrampilan, Kemandirian dan Kepemimpinan, tentu akan tercipta suasana yang mampu "MENGASAH AKAL dan MEMBINA BUDI" yang nantinya sesuai dengan visi yang ingin dicapai, yakni menjadi sekolah terbaik yang dapat menghasilkan calon-calon pemimpin masa depan yang berkepribadian Islami, menguasai IPTEK, terampil dan mandiri, bisa terwujud. Semoga